Sunday, December 21, 2014

Liberal Arts

Liberal Arts atau Liberal Arts College adalah sistem pembelajaran yang digunakan oleh Amerika, maka Liberal Arts ini sudah tidak asing bagi lagi bagi mereka. Namun, bagi masyarakat di Indonesia, sistem ini masih terdengar asing karena masih jarang sistem pembelajaran di Indonesia ini yang menggunakan Liberal Arts. Liberal Arts sudah ada dari era klasik, sejak zaman Romawi dan Yunani yang artinya pendidikan yang menekankan pada pengetahuan dan kapasitas intelektual umum untuk membangun karakter manusia yang berguna dan berwawasan ilmu yang luas. 

Banyak orang di Indonesia yang mempertanyakan maksud dari Liberal Arts ini, bahkan banyak yang mengeluh ketika mendapati sistem pembelajaran ini di kampus. Liberal Arts justru membangun pribadi yang berguna dan berwawasan luas, tidak hanya mengeluti satu jurusan yang diminati saja. Namun tetap jurusan yang kita ambil akan lebih didalami daripada pengetahuan umum lainnya. Karena dalam dunia nyata saat ini, kebanyakan orang-orang yang sudah sarjana mendapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan atau gelar yang mereka ambil. Terbukti bahwa zaman sekarang bukanlah gelar yang dilihat persis, tetapi skill yang kita punya, maka Liberal Arts ini sangat mendukung untuk kita berwawasan luas dan tetap melek pengetahuan umum. Tetap saja banyak pro dan kontra dalam kurikulum Liberal Arts ini, saya pribadi lebih senang dengan adanya kurikulum ini di kampus saya, tentu saya tidak terfokus pada bidang saya, dan juga saya mendapat lebih banyak kenalan dan teman saat memasukki kelas Liberal Arts ini. 

Dengan Liberal Arts, mahasiswa belajar untuk berdemokrasi dan toleransi, diajarkan hal yang tidak akan diajarkan lagi di bidang atau prodi yang diambil mahasiswa tersebut, secara otomatis mahasiswa dididik untuk menjadi manusia yang pintar, berwawasan luas dan memili sopan santun yang lebih saat telah menjadi sarjana nanti. Mahasiswa belajar penggunaan kata yang formal dengan baik, berkomunikasi dengan bahasa inggris dengan baik dan lancar, mengetahui pengetahuan umum tentang alam, dapat mengidentifikasi orang di kehidupan dengan ilmu-ilmu sosial,  dan masih banyak lagi. Mahasiswa yang mendapatkan kurikulum ini seharusnya merasa beruntung bukannya mengeluh. Tapi tetap bagaimana pun sifat orang dan pandangan orang berbeda-beda, ada yang dapat membangun pribadi yang baik dan sesuai dengan tujuan dibuatnya Liberal Arts ini dan malah ada yang terjebak dalam kegagalan karena adanya kurikulum ini, ya semuanya bergantung dengan pribadi mahasiswa itu sendiri.